CILEGON — Gelombang dekarbonisasi sektor manufaktur tanah air kian menunjukkan progres menggembirakan. Evaluasi audit lingkungan tahunan mencatat penurunan intensitas emisi gas buang sebesar 30% pada kawasan industri percontohan hijau.
Transformasi ini didukung pemanfaatan energi surya komunal berkapasitas ratusan megawatt serta adopsi teknologi penangkap karbon pada pabrik baja dan semen nasional.
Langkah ini menempatkan produk manufaktur Indonesia dalam posisi kompetitif untuk menembus pasar ekspor berstandar lingkungan tinggi seperti Uni Eropa dan Jepang.