JAKARTA — Efisiensi pelabuhan peti kemas internasional utama tanah air menuai hasil membanggakan. Berkat modernisasi sistem operasional pelabuhan otomatis (Automated Container Terminal), waktu tunggu barang (dwelling time) berhasil dipangkas drastis di bawah 2 hari kerja.
Integrasi portal logistik tunggal nasional juga memungkinkan para eksportir dan importir menyelesaikan pengurusan bea cukai, karantina, dan pemesanan dermaga dalam satu sentuhan aplikasi seluler.
Pemerintah menargetkan biaya logistik nasional yang sebelumnya berada di level 14,2% dari PDB dapat ditekan hingga menyentuh angka 8% dalam 3 tahun ke depan.